BLACK FLANG FROM SARAYO
Rabu, 20 Mei 2020
wali tanpa nama tanpa gelar
"WALI ALLAH TANPA NAMA DAN TANPA GELARAN"
Suatu hari aku bertemu dengan orang gila (Al-majnuni Murokab) tak jauh dari makam seorang wali, Dia duk bercakap seperti sedang berbicara dengan seseorang, dia berbicara seperti ini:
" Andaikan mereka tahu bahwa ada wali "Tanpa nama tanpa gelaran" yang memiliki kemampuan seperti Wali Qutub , Nescaya mereka akan datang berbondong-bondong sekerap hari mencium tangan wali tanpa nama tanpa gelaran tersebut dan minta di do'akan hajatnya, jika Wali tanpa nama tanpa gelaran itu telah wafat Nescaya mereka akan berlama-lama diperkuburannya berdzikir, berdo'a dan bermuhasabah diri meminta ampun kepada ALLAH MAHA PENGAMPUN atas dosa-dosa mereka selama ini. Andaikan mereka tahu jika mereka sami'na wa athona kepada wali tanpa nama tanpa gelaran Nescaya ALLAH SWT akan angkat darjatnya, Namun sayang sekali kerana wali tersebut tanpa nama dan tanpa gelaran , Maka ia seringkali dilupakan dan diabaikan setiap orang".
Aku yang dengar percakapannya terkejut dan tergumam "hahhh??? Betulkah ada wali tanpa nama tanpa gelaran yang kemampuannya seperti Wali Qutub ? Siapakah wali tersebut?" persoalan ini berlegar di mindaku.
Dengan sedikit rasa takut dan was-was aku dekati dia kerana ingin tahu siapa sebenarnya wali tanpa nama tanpa gelaran yang disebutkan ?
lalu terjadi dialog aku antara orang gila itu :
Aku : Maaf bang tadi saya dengar abang ada bercakap panjang lebar dan berbicara tentang wali tanpa nama tanpa gelaran, Siapakah sebenarnya wali tersebut bang ? Mengapa sedemikian hebatnya wali tanpa nama tanpa gelaran tersebut hingga kemampuan dan darjatnya hampir menyamai Wali Qutub ?
Orang gila tersebut menoleh kearahku lalu berkata :
" Kamu siapa? kamu mencuri dengar perbualan ku ya ? Apa pentingnya kamu perlu tahu tentang wali tanpa nama dan tanpa gelaran ?"
Ucapnya dengan nada agak tinggi, Mendengar ucapan suaranya yang agak bernada tinggi dan kasar , Membuat aku sedikit risau dan gelabah, lalu aku berkata :
" Maaf bang, bukan maksud saya untuk menyinggung perasaan atau mencuri dengar percakapan abang , Saya seorang muhibbun pecinta para Wali-wali ALLAH, Kadang-kadang saya dan para sahabat saya berziarah ke makam para wali, saya teringin tahu dan tertarik dengan wali tanpa nama tanpa gelaran yang abang sebutkan, Kalau boleh tahu, Siapakah wali tersebut bang ?"
Orang gila itu tertawa terbahak-bahak dan berkata: "HA HA HA HA HA HAA ..... dasar budak bodoh, Namanya juga wali tanpa nama tanpa gelaran, Tentu saja aku tidak tahu nama wali tersebut dan apa gelaran kewaliannya, kamu ini nampak saja cerdik tapi ternyata bodoh ! , HA HA HA HA HA"
Perucapannya menusuk hatiku dan membuat ku sedikit rasa terkilan kerana dia menyebut aku anak bodoh sambil Ketawa besar, Wajah ku merah padam menahan sedikit emosi, Sepertinya aku tersalah sangka ku kira orang gila tersebut orang yang boleh diajak berbual, tapi sebaliknya dia mengatakan aku budak bodoh, Tapi aku memang bodoh pun Haha , Betul lah dia cakap namanya juga wali tanpa nama tanpa gelaran jadi mana ada orang yang tahu nama wali tersebut? siapa yang tahu gelaran wali tersebut sedangkan wali tersebut tanpa gelaran?, Ahh sudahlah sebaiknya aku abaikan saja dia, aku pun terua memusingkan badan dan menoleh muka ku dengan wajah masam hendak meninggalkan orang gila tersebut,
Tiba-tiba dia berkata ,
" Hai budak bodoh mahu kemana kalian, Kalian ini bagaimana ? datang pun tidak mengucapkan salam, Malah pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, baru diejek begitu saja sudah bermuka masam dan emosi, apakah mursyidmu yang seorang wali qutub tidak mengajarkanmu untuk mengucapkan salam saat datang dan pergi? Apakah mursyidmu yang seorang wali tidak mengajarkanmu untuk bersabar menahan celaan dan hinaan?"
Langkah ku terhenti, Astaghfirullah .... Hatiku tersentak , betul juga , aku tadi datang tanpa mengucapkan salam kepada beliau sebelum bertanya dan kini aku juga pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, Dan tak kusangka dia menyebut mursyidku seorang Wali Qutub , Sepertinya dia mengenal mursyidku...
Kemudian aku kembali menghampirinya dan berkata " Assalammu' alaikum bang mohon maaf bang atas kelancangan dan sikap saya kerana datang dan pergi tanpa mengucapkan salam, Sekali lagi saya mohon maaf" (sambil mencuba memegang tangannya untuk menyalam dan mencium tangannya), Orang gila itu menepis tanganku seraya berkata "Sudah! cukup minta maaf saja, Tak perlu cium tangan bagai"
Aku jadi serba salah, Tiba-tiba suasana menjadi senyap sejenak beberapa minit, aku diam dan dia pun diam.
Setelah beberapa minit, Lalu dia pun berkata,
" Kenapa kamu masih disini?"
Errr tidak ada apa bang , Saya masih tertanya tanya dan ingin tahu siapakah Wali tanpa nama dan tanpa gelaran yang dimaksudkan?
orang gila itu lantas bertanya " Kamu ini tak faham faham juga, sudah berapa lama kamu belajar tassawwuf pada guru mu ?"
Aku menjawab "sudah hampir 7 tahun, bang" lalu orang gila itu berkata sambil menepuk pahanya :
" Sudah 7 tahun? Takkan masih tidak tahu wali tanpa nama dan tanpa gelaran , Apakah mungkin gurumu tidak memberitahu mu?"
Aku menjawab "saya sering membaca dan mendengar khutbah dari guru saya bang, Tapi saya belum tahu dan belum pernah dengar ada wali tanpa nama dan tanpa gelaran, dan guru saya pun tidak pernah menyebutkan siapa wali tersebut"
orang gila itu tertawa (Hahaha) lalu berkata " Sebenarnya gurumu ada menyebutkannya , Bahkan berulang-ulang kali menyebutkannya. hanya saja kamu yang tak faham-faham dengan maksud gurumu, Lagi pula sebutannya wali tanpa nama dan tanpa gelaran, jelas gurumu tidak tahu nama wali tersebut dan tidak tahu gelaran wali tersebut, Tapi kamu sendiri tahu siapa wali tersebut, bahkan wali tersebut begitu dekat denganmu"
Aku tergumam dan berkata dalam hati "Aikkk ??
Aku sudah mengenal wali tersebut? siapa dia?
Orang gila itu tertawa kecil "He..he..he ... Wali tanpa nama dan tanpa gelaran itu adalah orang tua mu sendiri , Nah sekarang aku tanya kamu.. sememangnya aku kenal siapa nama orang tua mu dan gelaran bagi orang tua mu ? Tentu aku tak tahu"
aku jadi bertambah bingung dan semakin tertanya-tanya..
" Orang tuaku? maksud abang kedua orang tua ku adalah wali tanpa nama dan tanpa gelaran? mengapa pula begitu ?"
Orang gila itu mula menatap mataku dengan tajam, Lalu bangkit dari duduknya lalu berkata :
" Apakah kau tidak tahu tentang Uwais Al Qarni, Salah satu sahabat yang tidak pernah bertemu NABI secara fizik dan juga seorang wali? apa yang menyebabkan dia memiliki darjat yang begitu agung hingga namanya terkenal di langit walau dibumi tak ada seorangpun mengenalnya? kau tahu??!!
" Uwais al Qarni pernah berkata bahwa ibunya pernah berkata dan mendo'akannya "anakku Uwais , aku tahu hatimu begitu sangat mencintai dan menginginkan dapat bertemu NABI MUHAMMAD Sallahu Alayhi Wa'sallam , Namun kini kau datang padaku dengan wajah dirundung sedih kerana tak berhasil menemui RASULULLAH Sallahu Alayhi Wasallam dan kau memilih segera pulang kerana memikirkan dan merisaukan aku ibumu ini nak , dan aku redha padamu, YA ALLAH kau MAHA TAHU, saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah redha pada anakku, Maka terimalah redha ku ya ALLAH dan redhailah anakku Uwais",
Orang Gila itu berkata lagi :
Dan apa kau tidak kau tahu bahwa Sulthonul AWLIYA SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI , dimasa kecilnya ketika dirompak malah berkata jujur tentang kantung emas yang ia bawa, perompak itu kehairanan mengapa dia malah jujur mengatakan kantung emas yang dibawanya , padahal setiap orang yang kena rompak selalu berbohong tentang bawaannya dan berusaha menyembunyikannya dari perompak, Lalu kau tahu apa kata SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI? beliau berkata "Ketika aku hendak pergi menuntut ilmu ibuku berpesan "anakku .. bila engkau bertemu dengan siapapun maka jujurlah jangan berbohong, sungguh ibu lebih redha bila engkau jujur, sekalipun engkau harus kehilangan harta dan bekalanmu daripada kau harus kehilangan kejujuranmu"……
Orang gila itu teruskan berkata kepada ku :
" Lihatlah ibumu, berapa lama dia menanggung dirimu dalam perutnya? apakah kau sanggup menahan perit dan pedih seperti dirinya hanya untuk menginginkan kau lahir di dunia hingga bertarung nyawa agar kau dilahirkan sihat dan selamat?? apakah kau pernah memikirkan hal ini ??
Itu kekuatan ALLAH SWT yang dianugerahkan kepada ibumu melalui RAHMAN dan RAHIM NYA , ini adalah sumber kekuatan para AWLIYA"
Aku diam seribu bahasa, terasa hati ini ingin menangis sekuat kuatnya.
Lalu orang gila itu berkata lagi " KAU BANGGA DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH PARA WALI TAPI, PERNAHKAH KAU BANGGAKAN DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH IBUMU YANG ALLAH SWT anugerahkan kepadamu?
PERNAHKAH KAU BANGGA DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH IBU YANG MENGAJARKAN BERKATA-KATA KETIKA KAMU MASIH BAYI ??
Tidurnya sedikit kerana kau selalu menangis, Sebagaimana para AWLIYA yang tidurnya sedikit kerana memikirkan ummat NABI MUHAMMAD SAW yang banyak berkeluh kesah..
Apakah kau tidak tahu kalau itu adalah bukti karomah ibumu?, tidakkah kau pernah mendengar kalimat ini.
" Redha orang tua adalah redha nya ALLAH, Para awliya mereka menjadi Wali Qutub disebabkan redha dari orang tua mereka, Tidak kah kau sedar bahwa do'a dan harapan kedua orang tuamu hampir setara dengan Wali Qutub ?"
Siapa Doanya Lebih makbul dan mustajab antara Wali dan Doa seorang Ibu kepada anaknya. ?
Astaghfirullah al'azim..... Ya Allah . mendengar celotehan orang gila tersebut seakan petir menyambar seluruh tubuhku, badanku rasanya hancur binasa ... ingin sekali aku rasanya menangis sekuat-kuatnya ...
Orang gila itu berdiri lalu berkata sambil menunjuk kearahku ;
" Lihat dirimu, kelak kau akan jadi seorang BAPA, Apakah kau tahu karomah bapa mu selama ini? lihat tangannya, lihat punggungnya lihat kulitnya, setiap hari ia membanting tulang agar kau tetap dapat makan, tetap tertawa, tetap tersenyum, dia bekerja siang dan malam hanya untuk mengabulkan segala macam pinta dan rengekmu, ketika kau kecil dirimu melakukan kesalahan dialah orang yang paling depan membelamu, ketika kau dalam bahaya dia rela menghadapi bahaya itu untuk menyelamatkanmu, dia tanggung bebanmu dan ibumu dibelakangnya walau kian tua dia tetap berusaha menjaga mu sehingga dewaaa, tidakkah kau sedari bahwa bapa mu itu seorang MUJAHID FISABILILLAH ? yang setiap hari dia berjuang menafkahi kehidupanmu dan adik beradik mu bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun, dia bapa mu! Dia adalah MUJAHIDIN kebanggaanmu"
Ya Rabb , aku seperti hancur lebur mendengar lotehan orang gila tersebut, bahkan ternyata selama ini aku yang gila bukan dia, aku melupakan siapa sesungguhnya orang tuaku sendiri, aku melupakan semua yang mereka beri padaku, bahkan aku sering takjub akan pesona dan karomah wali tapi aku tak pernah sedar dengan orang tuaku sendiri yang merupakan wali tanpa nama dan tanpa gelaran kewalian, ...
Sesaat kemudian orang gila itu berlalu meninggalkanku tanpa sepatah katapun .... aku mengikuti dia dari belakang ingin tahu kemana dia pergi ... Dan dia mendatangi 2 kubur, dan dia duduk bersila disana .... mulutnya kumat kamit seperti orang yang berdialog lalu kemudian dia tertawa terbahak-bahak sambil senyum dihadapan 2 kuburan itu, tapi aku tak tahu kuburan siapakah itu namun aku berhusnudzon mungkin itu kuburan seorang wali besar, kerana dari celotehan orang gila itu sepertinya dia tahu benar tentang wali, jadi aku fikir itu kuburan seorang wali ....
Tiba-tiba setelah selesai dia tertawa, dia diam .... suasana menjadi hening .... kemudian kulihat dia mulai menangis Menitiskan airmata dengan suara teresak-esak, tangisannya begitu pilu sehingga menyayat hatiku untuk turut menangis ... aku tak tahu apa yang diucapkannya, sambil tangannya membelai belai kuburan itu, tangisannya menjadi lebih emosi, aku menjadi sedih bercampur bingung kerana tidak tahu mengapa beliau menangis ... Namun akhirnya aku faham mengapa dia meraung-raung menangis dikuburan yang kusangkakan seorang wali, ditengah tangisnya aku mendengar dia mengucapkan "Makkk ... " , lalu pada kuburan yang sebelahnya dia berkata "Ayah ... "
Kini aku baru faham mengapa orang-orang mulai menganggap dia gila, sebab dia sering tertawa, menangis meraung, dan bercakap - cakap sendiri di kuburan ... seandainya aku jadi dia boleh jadi aku akan sama dengannya menjadi gila kerana ditinggalkan pergi oleh kedua orang paling yang disayangi ...kita tidak tahu apa yang dilaluinya.
aku membalikkan badanku dan beransur pergi ... bergegas ingin pulang kerumah untuk menemui kedua orang tuaku yang masih hidup. Alhamdulillah aku merasa beruntung masih memiliki wali tanpa nama tanpa gelaran yang masih ada di depanku....
Sepanjang jalan aku berdoa kepada Allah : "robbighfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbayaanii shogiroo..
" Sayangilah Ayah Dan Ibu Kalian Sementara Allah Masih Meminjamkan Pada Kalian."
Gambar sekadar hiasan
padamkan lampu ketika tidur
Bismillah...
Assalamualaikum...
RAHASIA RASULULLAH MEMATIKAN LAMPU KETIKA HENDAK TIDUR
(Ilmu Agama itu lebih utama daripada duit dan harta benda)
1. “Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman” (HR. Muttafaq’alaih).
2. Rasulullah mensabdakan itu lebih dari 14 abad yang lalu. Ternyata, di abad modern ini baru diketahui manfaat medis dari tuntunan Rasulullah untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur.
3. Ahli biologi Joan Robert mengungkapkan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Orang yang tidur dalam kondisi gelap, maka tubuhnya bisa memproduksi hormon ini. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari, sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormonbmelatonin terhenti..
4. Pentingnya tidur di malam hari dengan mematikan lampu juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris. Peneliti menemukan bahwa ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.
5. Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia yang diadakan di London juga menyatakan bahwa orang bisa menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.
6. Subhanallah… demikian luar biasa tuntunan Rasulullah. Setelah berabad-abad, hikmah medisnya baru terungkap. Wallahu a’lam bish shawab.
7. Sebarkan wahai saudaraku agar saudara kita yang lain mengetahuinya..
8. Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang ? Itu adalah ﺍﻟﻠّﻪ yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu (QS 4:114, 2:195, 28:77).
9. Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati ? Itulah adalah ﺍﻟﻠّﻪ yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA (QS 12:86).
10. Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya, atau kau menerima telepon darinya ? Itu adalah Kuasa ﺍﻟﻠّﻪ yang sedang menghiburmu
Tidak ada yang namanya kebetulan (QS 3 :190-191).
11. Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan ? Itu adalah ﺍﻟﻠّﻪ yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya (QS 65:2-3).
12. Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan ? Itu adalah saat ﺍﻟﻠّﻪ mengizinkan kau untuk diuji, Dan ﺍﻟﻠّﻪ ingin mendengar rintihan do’amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA…. Karena Ia tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan (QS 47:31, 32:21).
13. Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa KASIH dan KUASA ﺍﻟﻠّﻪ selalu ada di saat manusia merasa diirinya tak mampu. Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu ? Tidak ! Sekali lagi, TIDAK ADA YANG KEBETULAN…
14. Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu, rasakan kehadiran-NYA…, " dengarkan suara-NYA yang berkata :
“Jangan khawatir, AKU di sini bersamamu”
(QS 2:214, 2:186)
Semoga Bermanfaat
makrifat 00
<<<<<<<《 CARILAH ALLAH 》>>>>>>>
Sebuah hadis Qudsi menyatakan bahawa Allah berfirman :-
" Wahai hambaKu...carilah Aku, nescaya engkau akan menjumpaiku, kerana seandainya engkau menjumpai-Ku maka engkau telah menjumpai segala-galanya, dan sekiranya engkau kehilangan-Ku, maka engkau kehilangan segala-galanya. Aku mencintaimu melebihi segala-galanya".
( Riwayat Ibnu Rajab dan Ibnu Kathir dalam tafsirnya )
Tugas kita didunia adalah untuk mencari Allah sehingga menyaksikan-Nya. Inilah yang terkandung didalam makna syahadah(penyaksian) yang kita ulangi setiap hari. Inilah juga rukun agama yang ketiga iaitu al-Ihsan yakni mengabdikan diri kepada Allah seolah-olah menyaksikannya.
Seseorang yang menyaksikan Allah di alam ini dengan hatinya bermakna dia telah berjumpa dengan Allah. Menjumpai-Nya bermakna menjumpai segala-galanya kerana Allah adalah segala-galanya dan terluput dari-Nya bermakna terluput dari segala-galanya kerana Dialah segala-galanya.
Menjumpai Allah bermakna dia telah berjumpa dengan cinta yang hakiki kerana Dia-lah hakikat kecintaan yang sebenarnya. Bercintalah dengan-Nya kerana Dia takkan menghampakan dan mengecewakan sesiapa dalam percintaan-Nya.
Didalam perjalanan hati ini, berdampinglah dan carilah pembimbing yang boleh memimpin kita untuk mencari Allah. Kejujuran hati yang benar dalam mencari Allah akan ketemukan kita kepada mursyid yang boleh menunjuk kita kepada-Nya ...
Semoga Bermanfaat.......... Terima Kasih Semua.............. (__cNp__) #mansor
makrifat
### MELIHAT DIRI TERLIHAT ALLAH ###
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Dalam Hadist qudsi, Allah berfirman :
“ AKU INGIN DIKENAL MAKA KUJADIKAN MAHLUK "
Apa yang dimaksud dengan mahluk ini ialah Nur Muhammad, sebab seluruh kejadian alam semesta ini dijadikan daripada Nur Muhammad, Nur Muhammad adalah yang pertama kali diciptakan oleh ALLAH drp Nur Zatnya.
______________________________________
Firman Allah melalui Hadith Qudsi yang menyatakan bahwa :
" Insan itu rahasia-KU,
rahasia-KU itu rahasia-NYA ,
rahasia-NYA itu sifat-KU, dan
sifat-KU itu tdk lain drp diri-KU "
______________________________________
Allah juga berfirman bahwa cara termudah untuk mengenali-Nya adalah dengan melihat dan mengenali RAHASIANYA iaitu DIRI KITA sendiri
______________________________________
Hal tersebut di atas dipertegas lagi oleh Allah dalam Hadits Qudsi :
“ MAN 'ARAFA NAFSAHU ,
FAQAD 'ARAFA RABBAHU ”
Barang siapa mengenal dirinya '
maka ia akan mengenal Tuhannya
______________________________________
Sebenarnya Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna, lebih mulia drp malaikat ataupun iblis yang juga berasal drp malaikat.
Hal ini tertuang dalam Al- Qur’an di Surah At-Tin ayat 4 :
“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ”
______________________________________
Soal MENGENAL DIRI SENDIRI bukanlah soal yang mudah dan boleh dipermudahkan. :
* Apakah yang dikatakan sebagai DIRI itu ?
* Adakah dianya jasad kita atau nyawa kita atau kedua-duanya sekali atau DIRI itu perkara lain yang tiada kaitan dengan jasmani atau nyawa kita ?
______________________________________
Di sini dikatakan bahwa yang dikatakan DIRI SENDIRI itulah RASUL atau PENYAMPAI yang diamanahkan oleh Allah.
Rasul ini wujud bersama kita setiap detik n ketika selagi kita masih bernafas, Dialah yang dikatakan RAHASIANYA n AMANAHNYA
______________________________________
Perbedaan Rasul dengan manusia biasa adalah Rasul itu terpelihara sifatnya oleh Allah iaitu dijamin bersifat SIDDIQ , TABLIGH , AMANAH dan FATHANAH, Namun begitu Rasul Zahir yang terakhir telah wafat,
Pada hakikatnya tiada seorang pun manusia yang ada di dunia sekarang ini berupaya menggambarkan manusia yang bernama Muhammad bin Abdullah itu dengan tepat
______________________________________
Yang demikian apa yang perlu kita kenal sekarang ini ialah RASUL DIRI KITA SENDIRI yang oleh Arif atau Arifbillah dirujuk sebagai Muhammad Mustaffa Rasul Allah,
Rasul ini juga disebut sebagai RASUL BATHIN dan disebut juga sebagai RUH atau NYAWA
______________________________________
Tugas Rasul ialah menyampaikan amanah iaitu Hak Allah yang diamanahkan kepada Rasul itu dan tugas yang menerima amanah pula ialah MEMULANGKAN amanah ( yang dikatakan hak Allah itu ) kepada Yang Empunya Amanah iaitu Zat Wajibul Wujud itu sendiri
______________________________________
Firman Allah dalam surat An Anisa ayat 58 :
“INNA ALLAHA YA'MURUKUM AN TUADDU AL-AMANATI ILA AHLIHA
Sesunggunya Allah memerintahkan kamu supaya memulangkan amanah kepada yang berhak menerimanya ( Allah ). "
______________________________________
Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini, sebelumnya diri yang empunya ZAT ( Zattul Haq ) dalam rangka untuk memperkenalkan dirinya, Dia menyerahkan rahasia Diri-Nya kepada Nur Muhammad (Manusia) yg pernah ditawarkan Rahasia-Nya itu kepada makhluk di alam semesta ini tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya, seperti firman Allah swt dalam al-Qur’an surat Al—Ahzab ayat 72 :
“INNA 'ARADHNA AL-AMANATA 'ALA ALASSAMAWATI WAL-ARDHI WALJIBALI FA-ABAYNA AN YAHMILNAHA WA-ASYFAQNA MINHA WAHAMALAHA AL-INSANU
" Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. "
______________________________________
Oleh sbb amanat ( Rahasia Allah ) telah diterima, maka adalah menjadi tanggungjawab manusia untuk menunaikan janjinya, Amanah ditunaikan, maka hilanglah penglihatan kita yang dzahir, hanya penglihatan bathin jua yang ada
______________________________________
* Inilah yang bernama pertemuan Allah dengan Muhammad,
* tiada Allah dan tiada Muhammad HANYA YANG ADA AKU SEMATA, yang Allah pun aku, Muhammad pun aku,
* inilah yang dikatakan DIRIKU MELIHAT DIRIKU ( Laa Huwa Huwa )
______________________________________
BISAKAH KiTA MELIHAT ROH ?
Tentang hal ini Allah telah berfirman :
"Aku yg jadikan makhluk dan apa-apa yang kamu perbuat”
______________________________________
Yakinlah kita pada hari ini bahwa. :
apa-apa yang kita perbuat itu, sesungguhnya telah terbuat di Lawh Hul Mahfuz sebelumnya
______________________________________
Allah telah menzahirkan dan memperlihatkan sifat-Nya melalui perbuatan ROH, Barang siapa berhajat untuk melihat Allah, maka lihatlah kepada perbuatan ROH,
Perbuatan roh pula dizahirKAN atau dapat dilihat dan dipertontonkan pula melalui jasad kita
______________________________________
Oleh itu, barang siapa berhajat untuk melihat roh, maka lihatlah perbuatan kita, terlihat perbuatan kita, maka terlihatlah roh, bilamana terlihat roh maka terpandanglah Allah Taala, terlihat seumpama jasad yang berbuat, namun pada hakikatnya rohlah yang berbuat.
ALLAHU AKBAR
cc akhi
Langgan:
Ulasan (Atom)